Hello, Gaes! Apa kabar hari ini? Semoga sehat selalu, ya! Mungkin aku bakal menyinggung sedikit hal yang sama seperti postingan sebelumnya. Ini tentang perjalanan awalku di dunia literasi.
Seperti yang kalian tahu, aku seorang admin fanspage dunia drama Jepang. Saat itu aku punya seorang kenalan, dia seorang subber alias penulis subtitle drama Jepang yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Dulu aku sering banget request ke dia karena pengen nonton drama/film tertentu. Aku sebut inisial aja, ya, I.
Nah, karena aku kenal dia, aku juga follow sosmednya dia. Suatu ketika, postingan dia muncul di berandaku. Di situ aku baru tahu, bahwa I seorang penulis novel. Novelnya fiksi remaja dan ada di Gramedia saat itu. Terus novelnya dia itu ternyata jebolan Wattpad. Nah, tiba-tiba aku pengen download itu aplikasi.
Fyi, aku ini suka banget mencoba hal baru (tapi yang sesuai selera sih), biasanya game atau media sosial yang baru. Nah, kali ini Wattpad. Dan dulu aku sudah pernah download di tahun 2012. Kayaknya sih dari kakak iparku, cuma karena aku nggak paham cara mainnya, cuma sekadar daftar dan kutinggalkan. Sedangkan diriku di tahun 2018 sudah pahamlah buat main hal kek begitu, ehehhehe.
Aku utak-atik lah itu Wattpad. Coba buat berbagai cerita, dan menurutku seru. Dulu, aku memang pernah membuat beberapa cerita di komputer dan leptopku. Pengennya buat novel, tapi nggak pernah kelar, nggak tahu caranya! Wkwkwk.
Ketika aku nulis di Wattpad untuk pertama kali, juga sama aja kayak aku nulis di kompi, gak kelar. Terbatas cover, judul, blurb, dan bab 1. Stuck aja terus di situ. Ganti melulu.
Terus aku inisiatif buat belajar dari novel cetak yang kupunya. Asal tahu aja, dulu aku tuh nggak suka baca novel. Sukanya komik. Cuma pas semasa SMA, temanku suka novel, jadi pernah baca beberapa novel ringan. Selanjutnya, aku lost kontak sama dia, aku cuma beli aja novelnya tapi jarang baca. T.T
Nah, kesempatan itu aku buat baca novel, kuhabiskan sekaligus kupelajari. Otodidak. Gak tau mau belajar ke siapa soalnya. Aku nggak enak mau belajar ke I, secara udah penulis senior kan?
Tanda baca aku apalin, kata-kata sering kucari sendiri sinonimnya kalau variasi kataku lagi itu-itu aja. Stres sih, tapi seneng.
Sampai akhirnya, aku stuck di tengah cerita. Mungkin udah 11 atau 12 bab ya. Totalnya ca 20an bab. Masih cerita pertama ehehehe. Novelet jatuhnya.
Terus aku menemukan postingan seorang mentor, inisial S. Beliau bilang, penulis harus menamatkan karyanya. Kudu tanggung jawab atas apa yang udah dimulai, nggak? Termotivasi, gimana caranya aku selesaiin. Dan saat itu aku buat outline, tapi aku nggak tahu itu adalah outline ehehehe.
Sampai akhirnya tamat! Yeay!
Hoki juga karena viewnya yang terbanyak sepanjang aku menulis.
Sekitar tahun 2020, aku mengikuti event penerbit Alinea tiap bulan, dan tiap bulan ditolak T.T Saat itu aku greget, teman-teman literasiku satu per satu lolos, tapi aku kok nggak ya? Sedih, apalagi aku ini baperan. Setelah beberapa kali penolakan, aku mulai letih, sampe nangis kayaknya (malu-maluin, ya? ehehehe).
Dan akhirnya dapet kejutan, malah dipinang. Happy banget. Ada dua buku yang terbit, yang satu di LSP.
Tahun 2021, aku cobain platform Novelme, nulis 2 buku di sana. Sempet dapet rank, yang nggak nyangka banget padahal aku nulisnya scifi, dunia paralel (tapi ada romancenya sih).
Ya begitu ya, sampai tahun 2026 masih menulis, tapi udah lelet. Banyak masalah hidup soalnya. Meski begitu masih ada harapan sih, ya udah dalam fase, Terserah Allah saja, deh. Nulis tetep nulis, promo tetep promo, belajar tetep belajar. Kalau kata Om Jack (PPT), dunia inu cuma sementara, akhirat yang selamanya. Gak dikabulkan di dunia ini, mungkin bisa dapet di dunia sesungguhnya, ehehehhe.
Begitu aja, sampai jumpa lagi!

Comments
Post a Comment